← Kembali ke Beranda

Prof. Rokhmin Dahuri: Penataan Ruang Laut dan Transformasi Perikanan Adalah Kunci Kesejahteraan Nelayan

Dipublikasikan: Selasa, 5 Mei 2026

Prof. Rokhmin Dahuri: Penataan Ruang Laut dan Transformasi Perikanan Adalah Kunci Kesejahteraan Nelayan

CIREBON, 4 Mei 2026 — Sektor perikanan tangkap Indonesia memerlukan transformasi menyeluruh untuk beranjak dari sekadar potensi menjadi sumber kesejahteraan nyata. Hal ini ditegaskan dalam agenda Sosialisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut yang digelar di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon.

Hadir sebagai narasumber utama, Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, memaparkan visi strategis mengenai pentingnya pendekatan sistem dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.

Fokus pada Kesejahteraan Riil Nelayan

Dalam arahannya, Prof. Rokhmin Dahuri menekankan bahwa kesejahteraan nelayan bukan hanya soal angka produksi, melainkan selisih positif antara pendapatan dan beban hidup.

“Nelayan akan sejahtera jika pendapatan bersih yang diterima lebih besar dari biaya hidupnya, dan kegiatan penangkapan tetap berada dalam batas lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY). Inilah kunci keberlanjutan yang diperjuangkan GNTI,” tegas Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Peluang dan Tantangan Transformasi

Berdasarkan data yang dipaparkan, potensi perikanan Indonesia sangat masif dengan nilai MSY mencapai 12,01 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatannya saat ini baru mencapai 64,17% (sekitar 8,64 juta ton). Prof. Rokhmin melihat ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan produktivitas nasional, asalkan tantangan fundamental dapat diatasi, seperti:

  • Praktik Overfishing dan Illegal Fishing (IUU Fishing).
  • Kerusakan ekosistem pesisir dan pencemaran laut.
  • Keterbatasan infrastruktur dan kemiskinan struktural nelayan.

Langkah Strategis Menuju Ekonomi Biru

Sebagai sosok yang dikenal sebagai arsitek maritim Indonesia, Prof. Rokhmin Dahuri bersama GNTI mendorong tujuh pilar transformasi untuk memperkuat ekonomi biru:

  • Penataan Ruang Laut: Penguatan ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang.
  • Penangkapan Berbasis Kuota: Memastikan eksploitasi tidak melebihi batas MSY.
  • Modernisasi Logistik: Penerapan best handling practices dan pembangunan pelabuhan perikanan modern.
  • Keadilan Ekonomi: Penguatan sistem bagi hasil yang adil bagi nelayan kecil.
  • Peningkatan SDM: Edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
  • Penegakan Hukum: Pemberantasan total praktik destructive fishing.

Sinergi GNTI untuk Indonesia Emas

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi GNTI di bawah komando Prof. Rokhmin sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan akar rumput. Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, transformasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ekonomi nasional.

“Target akhirnya adalah nelayan sejahtera dengan pendapatan layak, produktivitas meningkat optimal, dan ekosistem laut tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkas Prof. Rokhmin.

#GNTI #RokhminDahuri #EkonomiBiru #NelayanSejahtera #KedaulatanPangan #ProfRokhmin