← Kembali ke Beranda

Ringankan Beban, DPD GNTI Jakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batu Ceper Gambir

Dipublikasikan: Minggu, 6 September 2026

Ringankan Beban, DPD GNTI Jakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batu Ceper Gambir

JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nelayan Tani Indonesia atau DPD GNTI DKI Jakarta kembali menunjukkan kepedulian kepada korban kebakaran yang marak terjadi di Jakarta. Kali ini, DPD GNTI DKI Jakarta menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Batu Ceper 9 Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir Jakarta Pusat, Minggu 6 September 2026.

Bantuan tersebut diberikan melalui DPD GNTI DKI Jakarta sesuai arahan dari ketua umum DPP GNTI Prof.Rokhmin Dahuri sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian GNTI terhadap warga yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat musibah kebakaran. Bantuan berupa sembako diserahkan secara langsung kepada keluarga korban.
Sekretaris jenderal GNTI Sutrisno menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk tidak hanya memperjuangkan kepentingan nelayan dan petani, tetapi juga hadir bersama masyarakat ketika menghadapi musibah.

Bansos dipimpin Ketua DPD GNTI DKI Jakarta, Hadi Sudrajat, Ketua Dewan Pembina, Bpk Deni didampingi Sekjen Sutrisno dan unsur pengurus DPP GNTI. Bantuan yang disalurkan berupa air mineral, mie instan, nasi box, makanan ringan kue serta roti.

"GNTI DKI selalu hadir untuk membantu para korban. Kita membawa aqua, air mineral, makanan kecil untuk anak anak, nasi juga. Kita turut berempati dengan korban kebakaran sama seperti saat kita mengunjungi korban kebakaran di Kampung Nelayan pekan lalu ," ujar Hadi Sudrajat


Kebakaran di Batu Ceper terjadi pada 31 Agustus dan menghanguskan 140 rumah. Puing puing kayu hangus masih ditumpuk di lokasi kebakaran. Bau hangus juga masih tercium di antara reruntuhan bangunan.

Area kebakaran cukup rapat sehingga rumah tampak habiis dan menyisakan dinding yang jadi saksi. Beberapa warga pada Minggu masih tampak untuk membereskan puing yang tersisa. Ada 880 jiwa dari 310 KK yang terdampak kebakaran.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.