Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. mendampingi Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, dalam kunjungan ke Gampong Mata Ie, Babah Nipah, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu sore (25/4/2026). Kunjungan ini turut didampingi Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., M.A.P., Ketua DPRK Aceh Jaya Musliadi Z, S.E., Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, S.E., Plt. Sekda Aceh Jaya Masri, S.E., M.Si., unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah terkait, dalam rangka meninjau rencana lokasi pembangunan Perumahan Nelayan dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Meskipun Prof. Rokhmin Dahuri merupakan Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu, beliau menegaskan bahwa tugas seorang anggota DPR RI tidak hanya terbatas pada daerah pemilihannya. Sebagai wakil rakyat sekaligus Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Prof. Rokhmin memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pembangunan agro-maritim, kelautan, perikanan, pangan, dan kesejahteraan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PKP Fahri Hamzah menegaskan bahwa pembangunan kawasan nelayan sejalan dengan arahan Presiden untuk menghadirkan gerakan Indonesia yang asri, aman, sehat, resik atau bersih, dan indah. Karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada rumah, tetapi juga perlu mencakup infrastruktur dasar, pengelolaan sampah, sanitasi, jalan, sarana pendukung, ruang publik, serta fasilitas ekonomi masyarakat yang dikerjakan secara terpadu, profesional, dan berkualitas.
Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya merupakan bagian dari komitmen untuk menyejahterakan masyarakat kecil, khususnya nelayan dan petani. Menurutnya, salah satu penyebab kemiskinan nelayan adalah kondisi permukiman yang belum layak dan belum terintegrasi dengan lokasi melaut. Karena itu, pembangunan perumahan nelayan di Gampong Mata Ie diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan kawasan pesisir Aceh Jaya, sekaligus model pembangunan pesisir yang produktif, tertata, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat nelayan.
